08 Juni 2009

Kemajuan teknologi Kepolisian Dunia

Diposkan oleh interkoneksi-networking

POLRI KEDEPAN


Strategi Mempercepat Sistem Laporan Polri dengan Menggunakan Teknologi Informasi





01 December 2008

Perkembangan dunia Information Technology (IT) dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan dengan ditandai munculnya berbagai macam teknologi baru untuk kepentingan manusia dan khususnya dunia IT. Perkembangan ini membawa dampak yang cukup signifikan bagi aktifitas manusia, salah satu contohnya adalah penggunaan teknologi IT untuk membangun sistem informasi manajemen yang dapat memberikan informasi yang berguna untuk kegiatan manajemen dalam suatu organisasi.

Pengunaan Teknologi IT di berbagai instansi pemerintah maupun swasta saat ini sudah tidak bisa di tawar-tawar lagi, kebutuhan akan penyajian informasi yang cepat, tepat dan akurat merupakan syarat mutlak untuk kemajuan organisasi atau perusahaan. Hal ini membawa perubahan yang cukup besar untuk organisasi yang ingin tetap bertahan dan memiliki pelanggan yang tetap loyal dan mencintainya. Perubahan itu salah satunya adalah keharusan organisasi atau perusahaan untuk mengadopsi teknologi-teknologi IT yang terbaru, dan tentunya harus di sertai oleh peningkatan kemampuan Sumber daya Manusia (SDM) yang dimiliki dengan memberikan pelatihan dan pengembangan individu untuk tetap memahami dan mengikuti perkembangan IT tersebut.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, terdapat beberapa pergeseran paradigma dalam kaitannya dengan kehadiran dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, antara lain:

  1. Kompetisi akan menggantikan monopoli dalam kehidupan bernegara, berorganisasi ataupun berusaha;
  2. Desentralisasi akan menggantikan sentralisasi, baik bagi organisasi pemerintah, swasta maupun organisasi masyarakat lainnya;
  3. Regulasi fasilitas (enabler) yang jauh lebih longgar akan menggantikan regulasi penghambat (wall) yang dirasakan terlalu ketat dan bertentangan dengan kaidah-kaidah reformasi yang lebih bersifat demokratis dan adil;
  4. Ekonomi digital yang diharapkan dapat menciptakan peluang baru bagi pelaku ekonomi kecil dan menengah melalui pemerataan informasi dan jalur distribusi yang lebih adil akan menggantikan ekonomi kapitalistik yang dikuasai oleh konglomerat dan tidak adil;
  5. Berubahnya infrastruktur telekomunikasi menjadi infratruktur informasi dengan adanya perkembangan konvergensi teknologi informasi dan komunikasi;
  6. Masyarakat yang berbasis materi (material/resource base) akan digantikan oleh masyarakat yang berbasis pengetahuan (knowledge base).

Sejalan dengan adanya perubahan sosial budaya masyarakat
khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, yang diperkirakan dengan semakin banyak individu yang memahami dan mengerti bahwa Teknologi IT mampu memberikan perubahan terhadap warna hidup dan perilaku seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini berimplikasi terhadap masyarakat yang semua gaya kehidupannya ditandai dengan serba cepat dan semakin dimanjakan dengan teknologi-teknologi yang ada, dengan satu jari kita bisa menikmati berbagai kenyamanan seperti ruangan yang sejuk dengan alat pendinginnya, tayangan informasi di depan televisi dan sajian komunikasi dalam genggaman tangan kita.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya sebagai pengemban fungsi pengayom dan pelindung serta pelayan masyarakat di wilayah hukum Jakarta Raya dan sekitarnya berupaya mengimplementasikan teknologi IT melalui berbagai macam perangkat teknologi informasi dan sistem informasi yang telah digelar di beberapa satuan kerja (satker) sebagai jawaban terhadap tuntutan masyarakat agar Polda Metro Jaya mampu memberikan pelayanan yang profesional, cepat, tepat dan sesuai dengan keinginan masyarakat. Hal ini tertuang dalam Action Plan Kapolda Metro Jaya, Pelaksanaan Action Plan Kapolda Metropolitan Jakarta Raya tersebut dilaksanakan dengan menyelenggarakan suatu sistem manajemen penyelenggaraan keamanan di ibukota dalam rangka menyikapi perubahan-perubahan sosial yang terjadi.

Pelaksanaan ini harus dilakukan secara cepat, tepat, terprogram dan sistematis serta bersifat sinergis dengan semangat “Speed dan Professional” serta penuh rasa kebanggaan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat. Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk kepentingan penyampaian laporan Polri dari masyarakat ke pihak kepolisian atau sebaliknya dan juga antara Polda ke jajarannya atau sebaliknya masih jarang sekali diimplementasikan, kalaupun ada masih bersifat sektoral dan departemental artinya bahwa data yang dimiliki hanya terpusat dan hanya untuk kepentingan bagian atau departemen tersebut. Sehingga jalur informasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada pihak kepolisian terputus hanya pada salah satu departemen, tidak tersentuh kepada departemen-departemen lain yang justru sangat membutuhkan informasi dari masyarakat tersebut, sebut saja misalnya Direktorat Lalu Lintas. Informasi yang masuk ke Direktorat Lalu Lintas hanya untuk kepentingan Direktorat Lalu Lintas, yang notabene informasi ini seharusnya juga diketahui oleh
pimpinan Polda. Bagaimanakah seharusnya informasi ini mengalir dengan cepat dan tepat kepada pimpinan dan dapat dijadikan sebagai salah satu cara dalam pengambilan keputusan (decession making),

Penulis akan membahas peranan Teknologi informasi dalam mempercepat laporan Polri dalam rangka mengemban misi Quick Response Time Polda Metro Jaya dengan mengimplementasikan manajemen strategi dan manajemen sistem informasi pada tingkat Polda untuk memberdayakan potensi internal dan eksternal agar tujuan organisasi dapat tercapai baik secara manajerial maupun operasional yang bersifat rutin dan khusus maupun insidentil guna memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat yang pada akhirnya masyarakat semakin percaya kepada Polri.

Saat ini Polda Metropolitan Jakarta Raya sudah memiliki infrastruktur sistem informasi yang tergelar sampai ke Polres, namun seiiring dengan pergantian jabatan pada Pimpinan Polda maupun Polres, infrastruktur sistem informasi yang sudah dibangun dan ada tidak dikembangkan bahkan cenderung untuk tidak digunakan. Hanya Direktorat Lalu Lintas Polda Metropolitan Jakarta Raya yang saat ini menggunakan dan mengembangkan infrastruktur sistem informasi dengan mengaplikasikan Traffic Monitoring Cetre (TMC).

Harapan kedepan Polda Metropolitan Jakarta Raya sebagai barometer Kepolisian Republik Indonesia, dalam menghadapi tantangan jaman
harus mampu dan mau mengembangkan infrastruktur sistem informasi yang berbasis jaringan untuk menampung segala
informasi laporan dari internal maupun ekternal.

Strategi mempercepat sistem laporan Polri dengan menggunakan teknologi informasi dalam rangka Quick respon time di Polda Metropolitan Jakarta Raya dapat dilaksanakan dengan mengembangkan infrastruktur yang sudah ada. Kebijakan Pengembangan Teknologi Kepolisian sudah dituangkan kedalam Buku Biru
Grand Strategi Polri menuju tahun 2025, salah satunya dengan Membangun jaringan data base dan Membangun Aplikasi pengembangan e – police, dan hal ini sudah sejalan dengan strategi dan kebijakan pembangunan telematika di Indonesia yang dikeluarkan
Pemerintah Pusat. Dengan terselenggaranya jaringan data base dan aplikasi epolice dipastikan pelaporan Polri akan semakin cepat.

Penulis memberikan saran kepada Bapak Kapolri dan para Kapolda seluruh Indonesia, untuk sesegera mungkin memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Polri. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini agar dianggarkan kedalam Rencana Anggran Polri, adapun pengembangan yang diusulkan dengan mengingat infrastruktur yang sudah ada, adalah :

  • Pengembangan Fitur Aplikasi untuk mengakomodasi proses kerja Polri : Simkeu, Simpeg (RHPP, DPP Gaji), MIS Logistik (Sirlog), EIS, MIS Operasi (Sislaphar), dan lain-lain.
  • Pengembangan Aplikasi hingga kewilayahan seperti MIS Intelkam
  • Pengembangan e-Police dan Police Patrol Center.
  • Pembangunan Command Center dan Mobile Command Center.
  • Pembangunan infrastruktur komunikasi radio di kewilayahan (BTS, repeater, handheld, dan sebagainya)
  • Pembangunan infrastruktur komunikasi data dan suara di Mabes dan kewilayahan (seperti LAN, WAN, PABX)
  • Pembangunan infrastruktur VoIP di Mabes dan kewilayahan (VoIP gateway) dan implementasi VoIP
  • Pengembangan VTMS (Vessel Tracking Monitoring System) dan aplikasi pemeliharaan kapal
  • Implementasi ATS (Aircraft Tracking System) dan aplikasi pemeliharaan pesawat
  • Pengembangan ATMS (Automatic Traffic Management System)
  • Pembangunan PIKNAS

By. yehu.or.id

0 komentar:

Poskan Komentar